Rabu, 06 Agustus 2014

Makalah Konsep Lingkungan Hidup

KEBERSIHAN DI RUANG KERJA 


BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu atau tempat kita tinggal maupun bekerja .kenyamanan dan kebersihan dalam lingkungan kerja , tergantung kepada diri masing masing apakah lingkungan kerja kita akan bersih atau bagaimana, namun kebersihan lingkungan tempat kita bekerja ak membuat kenyamanan bagi kita.

2.    Tujuan 
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan referensi dan informasi mengenai kebersihan , kenyamanan serta keamanan saat bekerja di lingkungan kerja .














BAB II
PEMBAHASAN

1.    Cara Menjaga Kebersihan Di Ruang Kerja
Dunia kerja membutuhkan kebersihan untuk kenyamanan dalam setiap orang bekerja.Tanpa ruang kerja atau tempat kerja yang bersih maka perasaan nyaman saat bekerja tidak diperoleh. Jika perasaan nyaman tidak diperoleh oleh staf dan karyawan maka jelas akan menurunkan produktifitas kerja yang pada akhirnya akan menurunkan produktifitas perusahaan. Kondisi ini tentu tidak diinginkan oleh
siapapun tak terkecuali managemen perusahaan.Komputer merupakan alat elektronik yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Lingkungan yang nyaman akan membantu kinerja baik dari sisi brainware (staf dan karyawan) maupun hardware (komputer dan periferalnya) itu sendiri. 
Beberapa point penting kondisi lingkungan agar diperoleh kenyamanan bekerja dan keamanan kinerja komputer.

1. Selalu tersedia tempat sampah. Seperti di awal dijelaskan bahwa kebersihan adalah nilai penting dalam bekerja, oleh karena itu lingkungan yang bersih mutlak adanya untuk kenyamanan bekerja.Ketersediaan tempat sampah yang memadai diperlukan agar lingkungan menjadi bersih.Untuk kemudahan daur ulang, sampah sebaiknya dibedakan atas sampah organik dan sampah non organik. 

2. Jangan makan dan minum di depan komputer. Makanan dan atau minuman mengundang datangnya hewan yang menyukai seperti semut, tikus dan kecoa. Kehadiran hewan ini akan mengganggu kinerja komputer dan juga dapat mengganggu kesehatan pekerja.

3. sebisa mungkin ruangan ber AC. Sudah disebutkan diatas bahwa komputer adalah alat yang sensitif oleh perubahan lingkungan termasuk suhu udara. Kinerja komputer dapat terganggu oleh suhu dan kelembaban ruangan yang tinggi.Oleh karena itu ruang sebaiknya diatur suhu dan kelembaban dengan menggunakan AC.

4. berkarpet untuk menghindari listrik statis. Rangkaian elektronik yang ada dalam komputer juga
sensitif terhadap listrik statis. Listrik statis dapat merusak data yang ada dalam komputer bahkan  rangkaian itu sendiri. Oleh karena itu listrik statis harus dihindari. 

5. untuk kerapian, ada space untuk kabel di bawah lantai. Cara yang digunakan yaitu semacam  panggung kecil setinggi kurang lebih 5-10cm di atas lantai. Perkabelan baik power/listrik maupun  jaringan diletakkan di antara panggung dan lantai. Hal ini dimaksud untuk kerapihan.

6. tidak menggunakan alas kaki dari luar. Dikarenakan ruang telah ber AC dan berkarpet, maka tidak dianjurkan menggunakan alas kaki dari luar.Hal ini untuk menghindari masuknya debu dari luar.Debu merupakan salah satu musuh komputer.Selain menyebabkan kotor juga dapat penyebabkan listrik statis.Sebagai gantinya, di dalam ruang komputer tersedia alas kaki khusus digunakan di ruang tersebut.

7. ada cover untuk keyboard dan monitor. Keyboard merupakan salah satu bagian komputer yang rawan terhadap debu karena bentuknya yang banyak lekuk. Untuk menghidarinya maka sebaiknya keyboard dan monitor menggunakan cover khusus. 

8. kerapihan kabel power,  dijapit dengan tali pengikat kabel. Untuk kerapihan kabel komputer yang memang terdiri dari banyak kabel (minimal kabel power, kabel mouse, kabel monitor, dan kabel keyboard) maka sebaiknya kabel diikat menggunakan pengikat kabel dari plastik.

9. selalu menggunakan mouse pad. Mouse baik yang menggunakan teknologi trackball maupun lampu infra red.Hal ini penting untuk kenyamanan pengguna.

10. jika mouse menggunakan trackball selalu dibersihkan berkala. Trackball mouse terdiri dari bagian bola dan sensor. Seringkali debu mengotori bola dan sensor sehingga mengganggu sensitifitas mouse bahkan terkadang pointer di layar seolah “lari” sendiri. Untuk menghindari hal tersebut, sesering mungkin mouse dibersihkan dengan membuka cap yang ada di bagian bawah.

11. datangnya cahaya dari kiri atau kanan, tidak boleh dari depan. Pencahayaan sangat penting untuk menghindari dari kasus ketidaknyamanan mata dalam bekerja.Sinar baik alami maupun buatan dari lampu sebaiknya berasal dari sisi kiri pekerja agar tidak menimbulkan bayangan tangan saat menulis.
 
12. jika monitor CRT cahaya tidak boleh dari belakang. Saat menggunakan komputer khususnya dengan monitor CRT sebaiknya hindari penggunaan cahaya yang berasal dari belakang. Hal ini untuk menghindari rasa silau dalam menatap monitor karena sifatnya yang sedikit cembung sehingga apa yang ada di layar monitor tidak dapat terlihat dengan jelas. 

13. Pada ruangan berAC sewaktu waktu dibuka untuk pergantian udara (ventilasi). Agar udara dalam ruang ber AC dapat berganti maka sewaktu-waktu ventilasi dibuka dengan mematikan terlebih dahulu AC yang ada.Perlakuan ini tidak membutuhkan waktu yang cukup lama, cukup selama 1 jam dalam seminggu.Udara yang selalu terperangkap dalam ruang ber AC tanpa diganti tidak menyehatkan.Selain agar sehat juga untuk menghindari bau-bau yang mungkin tidak nyaman.

14. Lokasi ruang komputer dalam ukuran besar misalnya data centre harus jauh dari bahaya banjir, jauh dari pemukiman penduduk tapi mudah transportasi. Bagi sebuah sebuah perusahaan besar, data center mutlak adanya, data merupakan aset paling berharga.Untuk menghindari dari kemungkinan bahaya yang mengancam atas data yang ada maka ruang komputer sebaiknya jauh dari kemungkinan bahaya banjir dan kebakaran.Untuk itu penempatan ruang komputer jauh dari sungai besar yang mempunyai sejarah banjir, jauh dari pemukiman padat penduduk untuk menghindari kebakaran dan daerah yang rawan oleh sambaran petir. 

Pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan kerja
Tahukan bagaimana rasanya kalau lingkungan kerja kalian tidak bersih?.Pastinya yang kita rasakan adalah rasa ketidaknyamanan dalam lingkungan kita, baik itu aroma udara lingkungan, ataupun keadaan lingkungan kerja kita sendiri.
Jadi kebersihan itu adalah tanggung jawab setiap orang dan mensyaratkan kepada kita semua untuk menjaga tempat kerja bersih, rapi dan teratur sehingga aman dan nyaman untuk melakukan pekerjaan.
Ini beberapa akibat dari pengaturan tempat kerja yang buruk dan tidak rapi, diantaranya:
·           Tempat kerja yang padat.
·           Kesulitan mencari perkakas, material ,
·           dan peralatan.Dapat menimbulkan stress.
Dan keuntungan dari menjaga kebersihan yang baik adalah:
·           Berkurangnya resiko kecelakaan dan cidera .
·           Mewujudkan tenaga kerja yang sehat dan produktif.
·           Berkurangnya resiko kebakaran .
·           Tempat kerja lebih nyaman dan aman
·           .Berkurangnya waktu yang terbuang untuk mencari perkakas, material dan peralatan.

Faktor tempat kerja tidak rapi
Sudah tahukan beberapa keuntungan kalian jika bisa menjaga kebersihan lingkungan kerja sendiri?. Nah,dibawah ini juga ada beberapa tips untuk kita, tentang bagaimana mengatur tempat kerja sendiri agar nyaman, rapi dan sesuai dengan kebutuhan kita.  Yuk, simak di bawah ini.
·      Pemilihan : Membedakan antara yang diperlukan dan membuang yang tidak diperlukan.
·      Penataan : Menentukan tata letak yang tertata rapi sehingga anda selalu dapat menemukan barang yang diperlukan.
·      Pembersihan : Menghilangkan sampah kotoran & barang asing untuk memperoleh tempat kerja yang lebih bersih. Pembersihan sebagai cara inspeksi.
·      Pemantapan : Memelihara barang dengan teratur, rapi, bersih, juga dalam aspek personal dan kaitannya dengan polusi.
·      Disiplin : Melakukan sesuatu yang benar sebagai kebiasaan yang dapat dilakukan secara terus-menerus.
Kebersihan tempat kerja adalah suatu kewajiban bagi kita, karena kenyamanan kita bekerja tergantung kebersihan dari tempat kerja .

2.    Hygiene dan sanitasi
A. Pengertian Kebersihan / Hygiene
Untuk mencapai kesehatan yang prima, di dalam buku yang berjudul ”The Theory of Cattering”, bahwa  hygiene is the study of health and prefentation of the  deasis yang berarti adalah ilmu kesehatan dan  pencegahan timbulnya penyakit.  Kebersihan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana  cara hidup sehat dan cara mencapai kondisi-kondisi higienis (hygiene condition). Berdasarkan materi  pengajaran K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), pengertian kebersihan adalah sutu usaha untuk melindungi, memelihara dan mempertahankan serta meningkatkan derajat kesehatan manusia, sehingga tidak mdah terganggu atau terpengaruh dari segala gangguan kesehatan. Pengertian Higiene menurut Undang-Undang No 11 tahun 1962 adalah ”Segala usaha untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan”. Contoh tindakan hygiene:
- Mencuci tangan sebelum makan
- Mencuci tangan setelah melakukan maintenance and repair pada PC dan printer
- Pemeriksaan kesehatan pada tenaga kerja
B. Pengertian Sanitasi
Sanitasi adalah suatu usaha kesehatan masyarakat yang mengutamakan atau menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi tingkat derajat kesehatan manusia.Menurut Ehler and Steel (1980), sanitasi adalah usaha pengawasan terhadap faktor lingkungan yang dapat merupakan mata rantai penularan penyakit. Pengertian sanitasi mengarah kepada usaha konkrit dalam mewujudkan kondisi hygiene dan usaha ini dinyatakan dengan pelaksanaan di laangan berupa pembersihan, penataan, sterilisasi, penyemprotan hama, dan sejenisnya. Oleh karena itu jika hygienis merupakan tujuan, maka sanitasi merupakan tindakan nyata untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk melaksanakan hal tersebut maka diperlukan suatu sistem yang mengatur pelaksanaan hygienis dan sanitasi sedangkan menurut West, Wood dan Harger (1996) sanitasi berasal dari bahasa latin ”sanus” yang berarti ”sound and healthy” atau bersih secara menyeluruh.
C. Tujuan Sanitasi dan Hygiene
Tujuan diadakannya usaha hygiene dan sanitasi adalah untuk mencegah timbulnya penyakit dan keracunan serta mengganggu kesehatan lain sebagai akibat adanya interaksi faktor-faktor lingkungan hidup.

3.     Teknik dan alat P3K
A. UMUM
P3K merupakan sebuah pengetahuan dan keterampilan karena jika kita hanya mengetahui teorinyasaja tanpa melakukan latihan atau praktek, maka mental kita tidak terlatih ketika kita benar-benarmenghadapi kejadian sebenarnya. Sebaliknya jika kita langsung praktek tanpa membaca teori kemungkinanbesar kita akan melakukan pertolongan yang salah pada korbanSebagai seorang pecinta alam, materi ini penting untuk dipelajari, karena kondisi alam seringkalitidak dapat diduga dan sangat mungkin terjadi kecelakaan yang tidak kita harapkan. Sedangkan tenagamedis, sarana dan prasarana kesehatan sulit untuk dijangkau.Maka satu-satunya pilihan adalah mencobamelakukan pertolongan sementara pada korban kerumah sakit atau dokter terdekat.
B. MAKSUD, KEGUNAAN DAN TUJUAN P3KMaksud P3K
adalah untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan ditempat kejadian dengancepat dan tepat sebelum tenaga medis datang atau sebelum korban dibawa kerumah sakit agar kejadianyang lebih buruk dapat dihindari.
Tujuannya adalah mencegah maut dan mempertahankan hidup, mencegah penurunan kondisi badan atau cacat.
C. SIKAP, KEWAJIBAN DAN WILAYAH SEORANG PENOLONG
Sikap penolong :
·         Tidak panik, bertindak cekatan, tenang tidak terpengaruh keluhan korban jangan menganggapenteng luka yang diderita korban.
·         Melihat pernapasan korban jika perlu berikan pernapasan buatan.
·         Hentikan pendarahan, terutama luka luar yang lebar.
·         Perhatikan tanda-tanda shock.
·         Jangan terburu-buru memindahkan korban, sebelum kita dapat menentukan jenis dan keparahanluka yang dialami korban.
Kewajiban Penolong :
·           Perhatikan keadaan sekitar tempat kecelakaan
·           Perhatikan keadaan penderita
·           Merencanakan dalam hati cara-cara pertolongan yang akan dilakukan
·           Jika korban meninggal beritahu polisi atau bawa korban kerumah sakit
Wilayah Penolong:
Pertolongan pertama pada kecelakaan sifatnya semantara.Artinya kita harus tetap membawa korban kedokter atau rumah sakit terdekat untuk pertolongan lebih lanjut dan memastikan korban mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.
TEKNIK DALAM P3
1. Prioritas dalam P3K
·           Urutan tindakan secara umum:
·           Cari keterangan penyebab kecelakaan
·           Amankan korban dari tempat berbahaya
·           perhatikan keadaan umum korban; gangguan pernapasan, pendarahan dan kesadaran.
·           segera lakukan pertolongan lebih lanjut dengan sarana yang tersedia.
·           apabila korban sadar, langsung beritahu dan kenalkan. Selain itu ada juga yang dinamakan prinsip life saving, artinya kita melakukan tindakan untukmenyelamatkan jiwa korban (gawat darurat) terlebih dahulu, baru kemudian setelah stabil disusultindakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang lain. Gawat darurat adalah suatu kondisi dimanakorban dalam keadaan terancam jiwanya, dan apabila tidak ditolong pada saat itu juga jiwanya tidakbisa terselamatkan.
2.Pembalutan
Tujuan dari pembalutan adalah untuk mengurangi resiko kerusakan jaringan yang telah ada sehinggamencegah maut, menguangi rasa sakit, dan mencegah cacat serta infeksi.
Kegunaan pembalutan adalah:
·           menutup luka agar tidak terkena cahaya, debu, kotoran, dll.
·           melakukan tekanan
·           mengurangi atau mencegah pembengkakan
·           membatasi pergerakan
·           mengikatkan bidai.
Macam-macam pembalutan:
·           Pembalutan segitiga atau mitela. Pembalut segitiga dibuat dari kain putih yang tidak berkapur (mori), kelihatan tipis, lemas dan kuat.Bisa dibuat sendiri, dengan cara memotong lurus dari salah satu sudut suatu kain bujur sangkar yangpanjang masing-masing sisinya 90 cm sehingga diperoleh 2 buah pembalut segitiga
·           Pembalut PlesterDigunakan untuk merekatkan kain kassa, balutan penarik (patah tulang, sendi paha/ lutut meradang),fiksasi (tulang iga patah yang tidak menembus kulit), Beuton (alat untuk merekatkan kedua belahpinggir luka agar lekas tertutup).
·           Pembalut Pita Gulung.
·           Pembalut Cepat.Pembalut ini siap pakai terdiri dari lapisan kassa steril, dan pembalut gulung.
Indikasi pembalutan: Menghentikan pendarahan, melindungi bakteri/kuman pada luka, mengurang rasa nyeri.
Bentuk dan anggota tubuh yang dibalut:
·           Bundar, pada kepala
·           Bulat panjang tapi lonjong, artinya kecil ke ujung, besar ke pangkal, pada lengan bawah dan betis
·           Bulat panjang hamper sama ujung dengan pangkalnya, pada leher, badan, lengan atas, jari tangan.
·           Tidak karuan bentuknya, pada persendian

3.                   Pembidaian
Bidai adalah alat yang dipakai untuk mempertahankan kedudukan (fiksasi) tulang yang patah.Tujuannya, menghindari gerakan yang berlebihan pada tulang yang patah. Syarat pemasangan bidai:
·           Bidai harus melebihi dua persendian yang patah
·           Bidai harus terbuat dari bahan yang kuat, kaku dan pipih.
·           Bidai dibungkus agar empuk.
·           Ikatan tidak boleh terlalu kencang karena merusak jaringan tubuh tapi jangan kelonggaran.
Alat-alat bidai:
·           Papan, bamboo,
·           dahanAnggota badan sendiri
·           Karton, majalah, kain
·           Bantal, guling, selimut

4. Pernafasan buatan
Sering disebut bantuan hidup dasar (BHD) atau resusitasi jantung paru (RJP) intinya adalah melakukanoksigenasi darurat. Dilakukan pada kecelakaan:1. Tersedak,2. Tenggelam3. Sengatan Listrik,4. Penderita tak sadar,5. Menghirup gas dan atau kurang oksigen,6. serangan jantung usia muda, henti jantung primer tejadi.
Fase RJP: A = Airway control (pengeluasaan jalan napas),B = Breathing support (ventilasi buatan dan oksigenasi paru darurat)C = Circulation (pengenalan ada tidaknya denyut nadi)Untuk teknik RJP dapat dilihat pada lampiran gambar.
E. EVAKUASI DAN TRANSPORTASI
Evakuasi adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang lebih amandengan cara-cara yang sederhana di lakukan di daerah-daerah yang sulit dijangkau dimulai setelahkeadaan darurat. Penolong harus melakukan evakuasi dan perawatan darurat selama perjalanan.Cara pengangkutan korban:1. Pengangkutan tanpa menggunakan alat atau manualPada umumnya digunakan untuk memindahkan jarak pendek dan korban cedera ringan, dianjurkanpengangkatan korban maksimal 4 orang2. Pengangkutan dengan alat (tandu
Rangkaian pemindahan korban:
·           persiapan,
·           pengangkatan korban ke atas tandu,
·           pemberian selimut pada korban,
·           Tata letak korban pada tandu disesuaikan dengan luka atau cedera.
 Prinsip pengangkatan korban dengan tandu:
·           pengangkatan korban,Harus secara efektif dan efisien dengan dua langkah pokok; gunakan alat tubuh (paha, bahu,panggul), dan beban serapat mungkin dengan tubuh korban.
·           Sikap mengangkat.Usahakan dalam posisi rapi dan seimbang untuk menghindari cedera.
·           Posisi siap angkat dan jalan.Biasanya posisi kaki korban berada di depan dan kepala lebih tingi dari kaki, kecuali;
a)            menaik, bila tungkai tidak cedera,
b)           menurun, bila tungkai luka atau hipotermia,
c)             mengangkut ke samping
d)           memasukan ke ambulan kecuali dalam keadaan tertentu
e)            kaki lebih tinggi dalam keadaan shock.

F. TRANSPORTASI
Merupakan kegiatan pemindahan korban dari tempat darurat ke tempat yang fasilitas perawatannyalebih baik, seperti rumah sakit. Biasanya dilakukan bagi pasien/ korban cedera cukup parah sehinggaharus dirujuk ke dokter.Tata cara pemindahan korban:a. Dasar melakukan pemindahan korban; aman, stabil, cepat, pengawasan korban, pelihara udara agartetap segar.b. Syarat pemindahan korban:1. korban tentang keadaan umumnya cukup baik2. tidak ada gangguan pernapasan3. pendarahan sudah di atasi4. luka sudah dibalut5. patah tulang sudah dibidaiSepanjang pelaksanaan pemindahan korban perlu dilakukan pemantauan dari korban tentang:- Keadaan umum korban- Sistem persyarafan (kesadaran)- Sistem peredaran darah (denyut nadi dan tekanan darah)- Sistem pernapasan- Bagian yang mengalami cedera.








BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Kebersihan dan kenyamanan di ruang kerja memang di butuhkan , karena kebersihan membuat kenyamanan saat bekerja . Begitu pula keamanan nya, bekerja tanpa memperhatikan keamanan juga percuma.Semoga tulisan ini dapat sebagai referensi dalam memperhatikan kebersihan, kenyamanan dan keamanan saat bekerja.





















Daftar pustaka

www.tasikhotel.com/2013/05/cara-menjaga-kebersihan-di-ruang-kerja.html?m=1 . Cara Menjaga Kebersihan Di Ruang Kerja sumarna almarogi(11/09/2013/19:55 WIB)

www.palcomtech.com/2012/03/pentingnya-menjaga-kebersihan-di-lingkungan-kerja.html?m=1 . Pentingnya Menjaga Kebersihan Di Lingkungan Kerja, Leci pefri yumalinda , (11/09/2013/20:07)

www.roysarimilda.wordpress.com/2012/05/tag/teknik-p3k.html?m=1 . Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ,Roysarimilda, (13/09/2013/18:02)


Yohana E Harjadinata,2012, Buku Pintar Seperti Dokter Di Rumah (Tips Praktis P3k Sehari- Hari),Grasindo.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Posts

Pages

Text Widget

Popular Posts